Oct 29, 2014

Biografi Susi Pudjiastuti pengusaha inspiratif yang menjadi menteri

Pengusaha Yang Memberikan Inspirasi


Menurut banyak informasi beliau ini merupakan seorang pengusaha yang bertangan dingin, beliau sudah menggeluti dunia usaha sejak 19831. Pengusaha memang lebih banyak didominasi oleh kaum pria namun tidak demikian dengan Susi, sekalipun dia adalah seorang wanita, namun kegigihan dan perjuangannya membuatnya menjadi tidak terbantahkan dan tidak terkalahkan dalam urusan bisnis.

Bisnis nya pun beragam, mulai dari perikanan, pedanganan ikan, perkebunan, bahkan hingga pesawat alias maskapai penerbangan. Susi mampu membuat manajemen yang baik dan hebat terkait usahanya, beliau mampu mengembangkan usahanya dari satu jenis usaha ke jenis usaha lainnya.

Dari sini kita dapat melihat bahwa beliau memang memiliki kemampuan untuk melakukan duplikasi terhadap setiap usaha dan bisnis yang digeluti nya, dengan berbekal kemampuan inilah dia menjadi sosok yang menginspirasi banyak orang, memberikan motivasi dan semangat baru bagi mereka yang belum sukses.

Menteri Perikanan Susi Pudjiastuti
Menteri Perikanan Susi Pudjiastuti

Profil Susi Pudjiastuti 


Nama : Susi Pudjiastuti
Tempat/Tgl Lahir : 15 Januari 1965, Pangandaran
Pekerjaan : Menteri Kelautan dan Perikanan
Pendidikan : Usia 17 tahun keluar dari SMA ( Tidak Lulus SMA )
Suami : Christian von Strombeck

Memulai usaha di bidang perikanan, tepatnya di daerah pangandaran, di awal - awalnya berbisnis Susi berpikir bahwa dengan berijasah SMP bisa jadi apa? maka dengan tekad yang kuat dia pun berjualan keliling kota Pangandaran dengan menggunakan sepeda motor, beliau menjual bed cover, baju, hingga berbagai produk alam hasil bumi seperti cengkeh.

Dikala berkeliling menjajakan barang dagangannya tersebut Susi pun  mendapat inspirasi kalau sebenarnya potensi paling besar di kota Pangandaran adalah produk lautnya yakni perikanan.

"Mulailah saya pengen jualan ikan karena setiap hari lihat ratusan nelayan," tuturnya. Di tahun 1983, berbekal Rp.750 ribu hasil penjualan perhiasan berupa gelang, kalung serta cincin miliknya, Susi mengikuti jejak para wanita Pangandaran menjadi bakul ikan. Tiap pagi di jam- jam tertentu, dia nimbrung bareng yang lain untuk berkurumun di TPI (tempat pelelangan ikan).

"Pada hari pertama, saya hanya dapat 1 kilogram ikan, dibeli sebuah resto kecil kenalan saya," kengangnya.

Dengan berbekal keinginan untuk maju Susi pun terus berupaya menjual ikan pangandaran ke berbagai daerah, hingga ke Jakarta pun diusahakannya demi mendapatkan pelanggan yang lebih banyak.

Jika ada pengiriman ikan ke Jakarta maka Susi harus menyewa Mobil Truk pengangkut ikan dan diisi dengan es batu agar ikannya segar, dan demikian Susi sering menyewa mobil dengan es pendingin hingga akhirnya dia pun bisa memiliki Mobil Trukd dilengkapi es pendingin sendiri.

Beliaupun menjadi salah satu juragan perikanan yang dikenal masyarakan luas di berbagai daerah di Indonesia maupun di Negeri Orang, Hongkong, Jepang, dan Asia Lainnya.

Wanita pengagum tokoh Semar dalam pewayangan mengaku telah tiga kali menikah. Tapi, biduk yang telah dia arungi bersama ketiga suaminya tak sebiru laut Pangandaran. Semua karam. Dari suaminya yang terakhirlah, Christian von Strombeck, sang Wonder Woman ini mendapat inspirasi untuk mengembangkan bisnis penerbangan.

Awal Bisnis Penerbangan

Ketika itu dia berkenalan dengan seorang ekspatriat Cristian Von Strombeck, seorang lelaki berwarga negara prancis yang sering makan alias bertandang di restoran Hilmans milik Susi. Berawal dari percakapan atau perkenalan biasaa Susi pun akhirnya dilamar oleh lelaki yang berprofei sebagai Engineer Pesawat di PT Dirgantara Indonesia ini.

Bersama Cristian, Susi berimajinasi bagaimana caranya supaya ikan - ikan hasil tangkapan nelayan dari laut ini bisa sampai di Jakarta atau di kota tujuan dengan cepat supaya ikan tersebut terlihat masih segar, karena ikan yang segar merupakan ikan yang paling banyak diminati di pasaran.

Satu- satunya jalan, lanjut Susi, ialah mendirikan landasan- landasan pesawat di desa- desa nelayan tersebut. "Jadi, tangkap ikan hari ini, sorenya sudah bisa dibawa ke Jakarta. Kan cuma sejam," tegas ibu tiga anak dan satu cucu tersebut.

Bayangkan waktu sembilan jam di darat dengan satu jam, sembilan jam pastilah membuat ikan- ikan ini mati. Mau pake es? Beda nilainya, kita tau sendiri ikan dinilai dari tingkat kesegarannya. Jika mati, ujar Susi, harga ikan setiapnya bisa jadi anjlok setengahnya.

"Kami mulai masukin business plan ke perbankan pada 2000, tapi nggak laku. Diketawain sama orang bank dan dianggap gila." terang Susi.

Biografi Susi Pudjiastuti
Biografi Susi Pudjiastuti
"Mau beli pesawat USD 2 juta, bagaimana ikan sama udang bisa bayar?", ujar Susi melanjutkan.

Karena melihat potensi ini sangat besar dan sangat diinginkan oleh beliau, maka susi pun terus berupaya untuk mengumpulkan uang dari hasil usaha ikan dan udangnya, tapi apa boleh buat harus menunggu lama untuk bisa membeli pesawat seharga jutaan dollar.

Dipercaya Oleh Bank Mandiri


Barulah pada 2004, Bank Mandiri percaya kepada business plan beliau dan memberi pinjaman sebesar USD 4,7 juta (sekitar Rp 47 miliar) untuk membangun landasan, serta membeli dua pesawat Cessna Grand Caravan.

Biografi Susi Pudjiastuti
Biografi Susi Pudjiastuti
Namun apa yang terjadi, baru sebulan dipakai, terjadi bencana tsunami di Aceh."Tanggal 27 kami berangkatkan satu pesawat untuk bantu. Itu jadi pesawat pertama yang mendarat di Meulaboh. Tanggal 28 kami masuk satu lagi. Kami bawa beras, mi instan, air dan tenda-tenda," ungkapnya.

Niatnya membantu, Malah dapat Rejeki Melimpah


Dengan niat awal hanya untuk membantu para korban di Aceh, Susi hanya berniat untuk mengangkut makanan, sandang untuk memenuhi kebutuhan para korban, namun Tuhan memberkati beliau, ketika hendak balik, banyak lembaga non-pemerintah yang memintanya tetap berpartisipasi dalam recovery di Aceh. "Mereka mau bayar sewa pesawat kami. Satu setengah tahun kami kerja di sana. Dari situ, Susi Air bisa beli satu pesawat lagi," jelasnya.

Ternyata dari bantuan nama bisnisnya semakin terdengar. Banyak permintaan menyewa pesawat jadilah ini bisnis sewa menyewa jasa penerbangan.  Utang dari Bank Mandiri sekitar Rp 47 miliar sekarang tinggal 20 persennya. "Setahun lagi selesai. Tinggal tiga kali cicilan lagi. Dari BRI, sebagian baru mulai cicil. Kalau ditotal, semua (pinjaman dari perbankan) lebih dari Rp 2 triliun. Return of investment (balik modal) kalau di penerbangan bisa 10-15 tahun karena mahal," katanya.

Itulah sosok seorang Susi yang berjuang dan bersemangat untuk mengembangkan usaha serta berjuang juga untuk membantu banyak orang.

Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti


Di pangandaran, Susi terkenal sebagai seorang sosok yang baik hati yang mau perbagi dengan orang - orang miskin, bahkan dari suatu sumber mengatakan, di pangandaran dulu ketika Susi melihat seorang orang gila yang berkeliaran di jalanan, maka dia akan membawanya ke rumah kemudian memandikan dan mebersihkanya serta memberikan makanan.

Sungguh dia memiliki hati yang mulia, rela memberikan tumpangan bagi korban aceh, rela juga memberikan sejumlah sumbangan untuk mereka yang miskin.

Lagi - lagi Susi harus mengutamakan para pembeli ikannya, karena mereka sensitif soal kesegaran ikan. Sekali angkut dalam satu pesawat, dia bisa memasukkan 1,1 ton ikan atau lobster segar. Pembelinya dari Hongkong dan Jepang setiap hari menunggu di Jakarta. "Bisnis ikan serta lobster tetap jalan dan bisnis penerbangan akan terus kami kembangkan. Tahun depan kami harap sudah bisa memiliki 60 pesawat," katanya lagi, kali ini penuh optimisme.

Susi Pudjiastuti
Pengumuman Mentri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti, sebagai pendiri dan President Direktur PT. ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan dan PT. ASI Pudjiastuti Aviation yang jadi operator penerbangan Susi Air. Beliau pun kini menjadi Menteri kelautan dan perikanan yang diangkat oleh bapak Presiden Joko widodo di Kabinet Kerja nya periode tahun 2014 - 2019.

Semoga berhasil membawa Indonesia menjadi Negara kelautan dan perikanan yang hebat yah Bu Susi, Selamat bekerja untuk Indonesia.

Sumber : Google.com, http://biografi-pengusaha.blogspot.com/2014/04/susi-pudjiastuti-kisah-sang-pendiri.html

Baca juga profil Reza Nurhilman pengusaha keripik pedas maicih

Komentar yang bersifat Spam, SARA, Konten Dewasa akan dihapus